Selasa, 17 April 2012

Tsunami Jepang Tak Ganggu Ekspor Lidah Buaya

Aktivitas ekspor lidah buaya Kota Pontianak ke Jepang masih berlangsung pascabencana tsunami di negeri itu. Dalam waktu dekat, pengiriman rutin triwulan masih akan dilakukan.
Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kota Pontianak, Aswin Dja'far, mengatakan, pengiriman produk lidah buaya ke Jepang, sama sekali tidak terkait bencana di negeri matahari terbit itu.
Kendala terjadi pada biaya pengiriman yang mahal. Itu pun terjadi sejak dulu.
“Pemesan lidah buaya letaknya sangat jauh dari lokasi musibah tsunami,” kata Aswin.
Selama ini Kota Pontianak mampu mengekspor lidah buaya hingga enam kontainer. Waktunya bervariasi dua sampai tiga bulan sekali.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Horikultura Kalbar, Hazairin Haderi menegaskan, tsunami Jepang tidak berpengaruh terhadap ekspor di Kalbar.  “Importirnya tetap komitmen sesuai kontrak," ujar Hazairin.
Mantan Kepala Dinas Urusan Pangan Kota Pontianak, ini mengungkapkan, justru importir Jepang akan meningkatkan penjualan ke supermarket untuk pemenuhan permintaan pasar di sana.

 
"Saat ini pabrik lidah buaya di Pontianak mempersiapkan produksi untuk ekspor lagi," ungkapnya.
Gubernur Kalimantan Barat, Drs Cornelis MH, sebelumnya menyatakan, musibah gempa dan tsunami yang melanda Jepang, belum berimbas terhadap kegiatan ekspor-impor Kalbar.
"Untuk ekspor belum ada dampaknya. Karena tujuan ekspor Kalbar tidak hanya ke Jepang dan daerah yang terkena tsunami," kata Cornelis.
Cornelis mengakui, hingga kini belum ada data terkait dampak ekspor dan impor, serta investasi dari Jepang ke Kalbar.
"Tetapi saya berharap, dampak musibah gempa dan tsunami di Jepang tidak sampai di Indonesia dan Kalbar umumnya," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar